Kebanyakan pintu terbuat dari kayu, aluminium, besi, pvc dan lain-lain. Pada era yang seperti sekarang ini pintu tak lagi tampil ala kadarnya. Pintu sanggup tampil menjadi salah satu pemanis rumah. Selain itu juga pintu sudah dilengkapi dengan teknologi baru dan jenis bahan pintu pun bervariasi. Ada pintu swing, pintu lipat, dan pintu putar otomatis. Jenis pintu yang paling umum dan selalu digunakan adalah pintu swing atau pintu kupu kupu, yaitu pintu biasa yang dapat membuka menutup dengan cara didorong ke depan atau ditarik kebelakang dengan putaran satu arah maupun dua arah. Kini dengan banyaknya jenis pintu yang ada, konsumen lebih banyak memiliki pilihan, namun perlu diperhatikan dengan kesesuaian pintu dengan jenis gaya dari rumah, tapi tak perlu takut untuk berkreasi dan mencoba hal yang baru dengan pintu pada rumah.
PINTU ALUMUNIUM
Aluminium sebagai bahan alternatif untuk pintu dan jendela saat ini sudah memiliki banyak varian warnanya, mulai dari warna aslinya sampai warna kayu bahkan motif kayupun sudah ada yang dipasarkan. Secara kasat mata sulit untuk membedakan kusen aluminium yang bermotif kayu dengan kusen dari kayu asli kecuali kita mengetoknya atau memegangnya.Denga ketebalan 1,4 - 2 mm, pintu aluminium cocok untuk dipasang sebagai pintu utama dengan beberapa keunggulan : Tahan cuaca ; dimana tahan rayap dan juga tahan terhadap perubahan cuaca. Selain itu juga tidak mengalami susut dikala musim hujan. Lebih ringan dari pada kayu sehingga tidak memerlukan konstruksi tambahan bila pintu dibuat lebih lebar. Variasi model yang cukup beragam, mulai dari swing, geser sampai lipa. Harganya bervariasi mulai 900 ribu hingga 2,5 juta, tergantung dengan ukuran ketebalan dan tentunya modelnya.
PINTU KAYU 
Ada beberapa pilihan jenis kayu yang pas dibuat untuk pintu. Antara lain kayu jati, kayu kamper, meranti, dan merbau. Harga kayu jati lebih mahal dibandingkan jenis lainnya. Per lembar kayu jati solid bias lebih dari Rp 2 juta.Sedangkan kayu kamper mempunyai karakter kuat dan tahan lama biasa dipakai di rumah-rumah elite, gedongan. Harganya jauh lebih murah
dibandingkan kayu jati, yaitu per lembar Rp 1,2 juta. Sedangkan yang lebih murah adalah kayu Meranti. Walaupun harganya jauh lebih murah perlembar Rp 850 ribu, tapi awet dan kuat. Ukuran normal pintu kayu antara dua meter hingga 2,10 meter. Jika pintu ukuran khusus, lanjut pemilik perusahaan yang telah berkiprah di perkayuan selama 25 tahun itu, bisa ditambah ukurannya.
PINTU KACA
Pintu dengan bahan kaca pun mulai banyak diaplikasikan, pemanfaatan pintu kaca lebih dikarenakan oleh sifat bahan yang transparan, tetap memberi jalan bagi cahaya untukmasuk, dan memberikan kesan luas pada ruangan. Aplikasi pintu kaca secara umum masih didominasi oleh bangunan publik seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran. Sementara untuk aplikasi rumah tinggal masih kurang diminati mengingat tingkat resiko bahayanya bila pintu kaca tersebut pecah dan melukai penghuni rumah terutama anakanak. Untuk pemanfaatannya sebagai pintu, ketebalan kaca yang digunakan biasanya antara 8mm – 12mm adapula yang memakai ukuran 20 mm untuk kondisi dan fungsi tertentu. Perawatan pintu kaca relatif mudah, cukup dilap dengan cairan pembersih. Kelemahan utama pintu kaca tentunya pada resiko terkena benturan dan pecah.
PINTU PLASTIK / PVC
Pintu jenis vinyl atau sering kita sebut sebagai pintu PVC atau pintu plastik, sering digunakan pada kamar mandi. Pintu vinyl memiliki keunggulan pada proses pemasangan yang mudah, anti rayap, anti lapuk, tidak berkarat. Namun memiliki kelemahan pada jenis bahan yang mudah terbakar dan tidak tahan terhadap cairan kimia. Selain itu lapisan kover pintu panel hanyalah rekatan
pada permukaan, hal ini memberikan masalah bila lapisan tersebut terkelupas atau robek, cipratan air dapat masuk ke dalam lapisan dan dapat merusk lem dibawahnya, yang mengakibatkan pada lepasnya lapisan kover pintu. Pintu jenis vinyl tidak memiliki kemampuan menahan sinar matahari, oleh karenanya maka pemanfaatannya hanya sebatas di area interior bangunan. (berbagai sumber
)